JENIS-JENIS PHOTOSHOP CS

Apabila Anda menyadari sesuatu yang sangat khas di Adobe Photoshop CS2, itu pastilah bidang seleksi. Tidak ada suatu hal yang sangat kompleks, menarik, dan memiliki banyak sekali variasi untuk menciptakan bidang seleksi di Photoshop CS2. Kalau Anda memang benar-benar tertarik dengan dunia seleksi dengan menggunakan Photoshop CS2, pastilah Anda sudah membeli buku “22 Kasus Seleksi dengan PhotoshopCS[i] yang menjelaskan sebanyak 22 kasus yang hanya berkaitan dengan dunia seleksi. Padahal, itu belum seberapa. Walaupun terbukti bahwa buku tersebut sangat laku di pasaran, tetapi tidak menjangkau seluruh teknik yang berkaitan dengan teknik seleksi. Padahal, seperti Anda tahu, Anda bisa menyeleksi objek apapun yang Anda mau. Buku ini memberi penekanan yang berbeda. Buku ini diposisikan sebagai background atau latar belakang yang menjelaskan bagaimana dunia seleksi menggunakan Photoshop CS2 itu bekerja.

Sebelum bekerja dengan dunia seleksi itu sendiri, pastilah Anda harus tahu jenis-jenis seleksi yang dikenal—atau paling tidak bekerja—di lingkungan Photoshop CS2.

Seleksi Bentuk

Kalau Anda memotret kaca jendela, kartu nama, papan lalu lintas dilarang parkir, bulan, salib, dan pintu maka Anda baru saja mendapatkan objek bersudut tajam atau objek berbentuk dasar (primitif). Ada banyak sekali objek seperti ini di dunia nyata. Kalau Anda ingin mengenal ciri-cirinya, caranya cukup sederhana. Bentuk bangun itu tidaklah kompleks tapi sederhana.

Menyeleksi objek dengan bentuk seperti ini sangatlah mudah. Begitu mudahnya bahkan pengguna Photoshop CS2 yang masih awam dengan dunia seleksi yang sangat complicated pun bisa menyeleksinya. Mengapa? Karena untuk menyeleksi bentuk-bentuk dasar itu, yang dibutuhkan hanyalah tool seleksi standar.

clip_image002

Gambar 2.1. Papan Peringatan Merupakan Bentuk Dasar yang Mudah Sekali Diseleksi

Lihat gambar di atas. Papan peringatan bertuliskan “Pemulung Dilarang Masuk” dirancang menggunakan bentuk persegi empat biasa yang tampak miring karena kami memotretnya secara perspektif. Walaupun demikian, kita bisa menciptakan bidang seleksi dengan cara mudah memakai Polygonal Lasso Tool.

Seleksi Warna

Dengan menggunakan pola yang disebut warna, kita bisa menyeleksi sebuah objek. Memang, seleksi warna menggunakan teknik yang sama sekali berbeda dengan seleksi-seleksi lainnya. Alih-alih membidik bentuk sebagai bahan dasarnya, seleksi ini menggunakan warna sebagai pengenalnya. Jadi, kita bisa memilih persegi empat berwarna hitam tidak lewat bentuknya yang persegi empat itu, tapi lewat warna hitam yang ada di dalamnya.

clip_image004

Gambar 2.2. Menyeleksi Warna Bisa Menjadi Jauh Lebih Efisien Dibanding Teknik Lainnya

Pengguna Photoshop CS2 sering mengkaitkan warna dengan sebuah fleksibilitas dalam menyeleksi. Jika Anda temukan objek yang sangat kompleks seperti gambar di atas, mungkin Anda berpikir untuk menyeleksinya lewat cara cepat. Untungnya, warna putih pada bunga menjadi sebuah jawabannya. Di Photoshop CS2, ada beragam tool dan fasilitas untuk memilih objek yang memiliki kesamaan warna, misalnya saja Magic Wand Tool dan Color Range.

Seleksi Objek Kompleks

Sulit untuk menemukan orang yang tahu bagaimana caranya menyeleksi objek yang kompleks. Di buku “22 Kasus Seleksi Photoshop CS”, Anda telah belajar banyak bagaimana menyeleksi objek yang kompleks ini. Objek ini tidak memiliki sudut yang tajam dan pasti, ukurannya acapkali sangat tipis, ramping, lembut, dan ia memiliki pola warna yang sangat variatif.

Tampaknya, kalau kita bermain catur, Raja yang kita kendalikan tidak bisa pergi ke kanan-kiri-atas-bawah sekalipun. Persis ketika kita menghadapi objek yang kompleks seperti ini. Sulit bagi kita untuk menggunakan Magic Wand Tool, misalnya, karena pola warnanya yang sangat ramai dan variatif. Memakai tool standar pun juga sulit karena penampang objek yang harus diseleksi benar-benar tipis dan lembut.

clip_image006

Gambar 2.3. Tampilan Objek-Objek yang Sangat Kecil, Detail, dan Acapkali Lembut

Untuk menangani kasus seperti ini, kita tidak menggunakan patokan apapun. Memang, Channels banyak sekali terlibat untuk menyeleksi objek yang sangat kompleks seperti ini. Tapi, untuk merapikannya, Anda membutuhkan tool-tool yang lain, seperti Pen Tool, misalnya.

Seleksi Objek Transparan

Menyeleksi objek yang transparan bisa jadi merupakan pekerjaan yang paling sulit. Mengapa? Karena kita harus mempertahankan tingkat transparansinya itu ketika kita meletakkannya di atas latar belakang lain. Artinya, kalau kita memindahkan objek mobil dari satu tempat ke tempat lain, kita ingin agar di balik kaca itu tetap terlihat objek-objek yang baru alih-alih tidak menampakkan suatu kesan “tembus pandang” pada objek ini.

clip_image008

Gambar 2.4. Objek yang Liquid dan Tembus Pandang Bisa Jadi Sulit Ditangani

Objek yang tembus pandang tidak hanya identik pada objek air saja. Objek lain seperti kaca, botol plastik, gelas, kain tipis, dan asap rokok merupakan objek-objek transparan. Hampir sebagian besar proses seleksi untuk objek transparan berlangsung di dalam panel Channels dimana kita memisahkan warna hitam, abu-abu, dan putih memakai fitur-fitur Photoshop CS2.

Tool-Tool Seleksi

Adobe telah menyediakan banyak sekali tool seleksi. Untuk kasus-kasus sederhana sampai menengah, tool-tool seperti ini acapkali dibutuhkan walaupun tidak mutlak. Ada beragam tool seleksi yang kita kenal. Sebelum kita mempelajari dunia seleksi jauh lebih dalam lagi, baiklah kita mengenal dulu tool-tool seleksi yang bisa jadi akan Anda temui nanti.

Tool Seleksi dari Keluarga Marquee Tool

Tool seleksi yang paling primitif berasal dari keluarga Marquee Tool. Ada 4 buah anggota tool ini, yaitu Horizontal Marquee Tool, Elliptical Marquee Tool, Single Row Marquee Tool, dan Single Column Marquee Tool.

Dilihat dari esensinya, tool dari keluarga Marquee Tool ini sebenarnya hanya 2 saja, yaitu Horizontal dan Elliptical Marquee Tool. Yang pertama dipakai untuk menyeleksi objek dalam bentuk persegi empat sedangkan sisanya berbentuk lingkaran. Sedangkan Single Row Marquee Tool dipakai untuk menyeleksi 1 pixel dalam posisi horizontal sedangkan Single Column Marquee Tool dipakai untuk menyeleksi 1 pixel dalam posisi vertikal.

Dibanding Horizontal dan Elliptical Marquee Tool, dua tool sisanya lebih jarang dipakai. Orang-orang yang kreatif menggunakan kedua tool tersebut untuk membuat efek-efek khusus, seperti efek TV Scan, futuristik, dan lain sebagainya.

clip_image010

Gambar 2.5. Tool dari Keluarga Marquee Tool

PETUNJUK PRAKTIS

Rectangular Marquee Tool dan Elliptical Marquee Tool bisa diaktifkan dengan beragam cara. Salah satunya adalah dengan menekan huruf “M”. Untuk merotasi penggunakan kedua tool ini, tekan huruf “M” 2x atau pakai “Shift+M”—tergantung setting di Preferences (lihat subbab “Setting di Preferences” di bawah ini). Sayangnya, Single Row Marquee Tool dan Single Column Marquee Tool tidak memiliki tombol shortcut.

Tool dari Keluarga Lasso Tool

Tool dari keluarga Lasso Tool memiliki fleksibilitas tinggi, khususnya untuk menyeleksi objek-objek yang memiliki postur atau garis tepi rumit. Tool ini memiliki 3 buah anggota keluarga yang sama-sama berakhiran “Lasso Tool”, yaitu Lasso Tool itu sendiri, Polygonal Lasso Tool, dan Magnetic Lasso Tool.

Karena bisa dibelok-belokkan mengikuti postur atau garis tepi sebuah objek, banyak orang—terutama pengguna Photoshop CS2 tingkat menengah—mengira bahwa tool ini adalah yang paling ideal untuk menyeleksi objek non-bentuk dasar. Objek manusia, pohon, buah apel, bulan sabit, merupakan objek-objek yang sering disasar menggunakan tool ini. Walaupun memilik ciri khas dalam kerja globalnya, tool ini tetap memiliki setting-setting yang unik dan powerfull yang sebagian besar dikontrol lewat toolbar.

clip_image012

Gambar 2.6. Tool-Tool dari Keluarga Lasso Tool

PETUNJUK PRAKTIS

Lasso Tool memiliki jumlah keluarga yang tidak terlalu banyak. Ada 3 tool dari keluarga ini. Untuk pengaktifkan Lasso Tool, Anda bisa memicunya dengan menekan huruf “M”. Kemudian, tekan “M” sekali lagi untuk mengaktifkan Polygonal Lasso Tool. Jika Anda menekan huruf itu dua kali, maka Magnetic Lasso Tool yang akan diaktifkan.

Magic Wand Tool

Satu-satunya tool yang tidak memiliki anggota keluarga bisa jadi adalah Magic Wand Tool. Tugasnya pun sangat spesifik, menyeleksi objek berdasarkan kesamaan warna tertentu. Usia tool ini memang tidak muda lagi karena kita bisa menemukannya di versi-versi Photoshop terdahulu. Walaupun tidak memiliki keluarga tambahan, peran Magic Wand Tool diperlengkap dengan kehadiran fitur Color Range yang ada di dalam menu Select. Dalam banyak hal, tool ini sangat mempercepat waktu seleksi, terutama untuk menyeleksi objek yang di sekitarnya terbentang warna tunggal dan tidak berpola.

clip_image014

Gambar 2.7. Bahkan dalam Seketika, Kita Bisa Memilih Objek yang akan Diseleksi Memakai Magic Wand Tool

PETUNJUK PRAKTIS

Karena tidak memiliki anggota keluarga yang lain, tool ini bisa dipicu hanya dengan menggunakan huruf tunggal, yaitu “W”.

Setting di Preferences

Seperti kita lihat pada bagian di atas, beberapa tool memiliki tombol shortcut yang sama. Misalnya saja, keluarga Lasso Tool memiliki tombol shortcut yang diwakili huruf “L”. Dalam sistem Photoshop CS2, Anda bisa merotasi penggunaan tool ini dengan menekan huruf “L” berkali-kali. Namun, acapkali kita tidak bisa melakukan hal ini. Mengapa? Karena bisa jadi setting Preferences mewajibkan Anda menggunakan kombinasi “Shift” untuk merotasi tool. Jadi, alih-alih hanya menekan huruf “L” saja, kita harus menggunakan tombol “Shift+L”.

Mungkin ada alasan yang sangat spesifik mengapa Photoshop CS2 menganjurkan penggunaan tombol Shift. Misalnya saja, supaya tool itu tidak terotasi secara otomatis hanya karena Anda salah tekan tombol atau menekan tombol secara tidak sengaja.

Tapi, kalau Anda memang tidak menginginkan keterlibatan tombol Shift, maka Anda bisa mematikannya lewat panel Preferences. Berikut langkah-langkahnya:

1. Tekan tombol Ctrl+K atau wakili dengan menekan menu Edit > Preferences > General.

2. Matikan opsi Use Shift Key for Tool Switch.

3. Tekan tombol OK.

clip_image016

Gambar 2.8. Matikan Opsi Use Shift Key for Tool Switch

Kalau sudah begini, Anda tidak membutuhkan tombol Shift sama sekali. Tapi, pemilihan opsi ini merupakan selera pribadi.

Menu Select

Mungkin, Anda tahu keberadaan menu “Select” di dalam Photoshop CS2. Bisa jadi, Anda pernah menggunakan salah satu opsi di antara opsi-opsi yang ada di situ. Secara spesifik, menu Select berfungsi untuk membantu proses seleksi, memperbaiki, atau menciptakan efek-efek tertentu yang tidak bisa ditangani oleh tool lokal. Menu Select bisa dikatakan sebagai menu sentral untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan seleksi.

Apabila Anda bekerja dengan tool atau Channels untuk menyeleksi sesuatu, tidak menutup kemungkinan Anda membutuhkan salah satu opsi yang ada di dalam menu ini.

clip_image018

Gambar 2.9. Isi dari Menu Select

Misalnya saja, opsi Inverse yang berfungsi untuk membalik bidang seleksi bisa bekerja bersama-sama dengan Magic Wand Tool. Kita akan mengupas tuntas penggunanaan menu Select in di bab 5.

Tool dan Fasilitas yang Tidak Berhubungan dengan Seleksi Tapi Perannya Cukup Vital

Sebenarnya, Adobe Photoshop CS2 merupakan software yang aneh. Mengapa? Karena untuk seleksi yang sangat kompleks, peran tool-tool seleksi justru sangat minim. Malahan, kita membutuhkan tool atau fasilitas yang pada intinya tidak memiliki atau dirancang untuk bekerja dengan seleksi sama sekali.

Di bawah ini, kita akan melihat deretan tool dan fasilitas yang tidak berkaitan dengan seleksi tapi di dalam buku ini malah akan dipakai berulang kali.

Keluarga Pen Tool

Secara spesifik, keluarga Pen Tool dipakai untuk membuat objek path. Kita bisa menciptakan bentuk-bentuk unik menggunakan Pen Tool. Bahkan, Pen Tool juga bisa dipakai untuk menggambar objek kartun[ii].

Tapi di sistem Photoshop CS2, Pen Tool bisa dipakai untuk membuat bidang seleksi walaupun prosesnya tidak langsung. Yang harus kita lakukan hanyalah membuat objek path tanpa isian warna (di dalam toolbar, Anda harus memilih opsi “Paths”). Kemudian, kita mengubah bentuk path itu menjadi sebuah seleksi. Metodenya bermacam-macam, mulai dari “Ctrl+Enter” sampai klik kanan dan pilih “Make Selection”.

Keluarga Pen Tool cukup besar anggota keluarganya. Termasuk Pen Tool, ada 5 buah anggota keluarga tool ini. Mereka adalah Pen Tool, Freeform Pen Tool, Add Anchor Point Tool, Delete Anchor Point Tool, dan Convert Anchor Point Tool.

Selain keluarga inti, ada juga tool-tool dari keluarga lain yang perannya cukup vital, yaitu memindahkan objek path atau menggeser posisi titik yang membentuk path tersebut. Tool-tool itu adalah Path Selection Tool dan Direct Selection Tool.

clip_image020 clip_image022

Gambar 2.10. Keluarga Pen Tool (Kiri) dan Selection Tool untuk Path (Kanan)

PETUNJUK PRAKTIS

Keluarga Pen Tool memiliki tombol shortcut “P” yang secara eksklusif hanya berfungsi untuk mengaktifkan Pen Tool dan Freeform Pen Tool saja. Sedangkan untuk Selection Tool, gunakan tombol shortcut “A” untuk merotasi penggunaan Path Selection Tool dan Direct Selection Tool.

Brush Tool, Dodge Tool, dan Burn Tool

Ketiga tool di atas sebenarnya tidak memiliki kaitan apapun dengan dunia seleksi. Yang disebut pertama kali, yaitu Brush Tool, berfungsi untuk menciptakan efek cipratan cat atau airbrush di dalam kanvas. Anda bisa menggambar bentuk atau menciptakan efek-efek khusus memakai Brush Tool. Tapi kalau ditanya apakah ia memiliki kaitan langsung dengan dunia seleksi, bisa jadi Anda ragu untuk menjawabnya.

Dodge Tool dan Burn Tool merupakan satu keluarga yang berasal dari satu kompleks yang sama. Mereka berdua lebih dikenal sebagai tool untuk mengoreksi foto digital. Kalau Anda pernah mendengar istilah tusir di dunia fotografi konvensional, maka kira-kira kedua tool itu memiliki fungsi seperti itu.

Dodge Tool berfungsi untuk memperterang bagian yang gelap pada sebuah foto. Sedangkan Burn Tool bekerja sebaliknya, yaitu mempergelap bagian yang terlalu terang. Dalam prakteknya nanti, ia bisa kita pakai untuk menciptakan batas yang jelas—namun lembut—pada objek yang diseleksi dan yang tidak saat berada di dalam Channels.

clip_image024 clip_image026

Gambar 2.11. Tool-Tool yang Secara Langsung tidak Memiliki Keterkaitan Apapun

PETUNJUK PRAKTIS

Dodge Tool dan Burn Tool dapat dirotasikan dengan memilih huruf “O”. Sedangkan Brush Tool cukup dipicu menggunakan tombol shortcut “B” saja. Namun patut diperhatikan bahwa di dalam keluarga Dodge Tool dan Burn Tool terdapat Sponge Tool yang secara spesifik tidak memiliki keterkaitan apapun namun bisa aktif setelah Anda menekan huruf “O” tiga kali. Begitu juga di kompleks Brush Tool. Walaupun Pencil Tool bisa dipakai untuk menjelajahi bagian-bagian tepi objek yang akan diseleksi, tapi keberadannnya kurang diperhitungkan. Begitu juga dengan Color Replacement Tool.

Channels

Pengguna pemula Photoshop CS2 cenderung menghindari panel “Channels”. Biasanya, mereka tidak tahu persis apa fungsi panel ini. Di dunia percetakan, channels dipakai untuk mendeteksi keterlibatan masing-masing warna terhadap keutuhan gambar hasil cetakan. Secara default, channels memiliki jumlah yang beragam. Kalau Anda menggunakan sistem warna RGB, channels memiliki 4 buah kotak. Jumlahnya akan bertambah apabila Anda menggunakan sistem CMYK.

Di dalam Channels, kita bisa menspesifikasikan bidang seleksi dengan permainan warna “hitam-putih”, tepatnya di channel Alpha. Di sinilah, banyak keajaiban seleksi bisa kita dapatkan. Hampir sebagian besar seleksi-seleksi yang membutuhkan akurasi tinggi diciptakan di dalam channels ini.

clip_image028

Gambar 2.12. Channels Bisa Dipakai untuk Seleksi Tingkat Tinggi

Quick Mask

Konsep Mask sebenarnya sederhana. Kita hanya menspesifikasikan bagian yang ingin kita tutupi dan memilih daerah lain yang ingin kita buka di dalam kanvas. Untuk membuat mask, awalnya harus berasal dari bidang seleksi. Oleh karena itu, Mask selalu diidentikkan dengan bidang seleksi[iii].

Hubungan keduanya semakin kuat setelah Photoshop memperkenalkan konsep Quick Mask yang dapat Anda aktifkan begitu menekan tombol “Q”. Lewat Quick Mask, Anda bisa memilih daerah yang akan diseleksi. Tidak dengan menggunakan tool seleksi, tapi malah memakai Brush Tool. Setelah spesifikasi itu usai, Anda akan mendapati daerah yang telah diolesi Brush Tool menjadi bidang seleksi. Kemudian, Anda bisa dengan bebas menggunakan daerah yang diseleksi itu, entah untuk membuat mask atau keperluan lainnya.

clip_image030

Gambar 2.13. Quick Mask Biasa Dipakai untuk Banyak Keperluan, Termasuk untuk Menyeleksi Objek

Banyak artis-artis desain grafis menggunakan Quick Mask untuk menciptakan efek-efek artistik, seperti border (bingkai), efek lukisan, dan lain sebagainya walaupun pada intinya, Quick Mask dipakai untuk menciptakan area yang di-masked (disembunyikan).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: